puskesmas Palas

Integrated, systematic and inovative

Konsil Kesehatan Kecamatan Palas melaksanakan restrukturisasi

PUSKESMAS PALAS MELAKSANAKAN KEGIATAN RESTRUKTURISASI DAN REFRESHING KADER KONSIL KESEHATAN KECAMATAN PALAS

HARI SENIN TGL 23 MARET 2009

Konsil Kesehatan Kecamatan (K3) di wilayah kerja Puskesmas Palas sudah terbentuk sejak tahun 2007. Konsil ini adalah suatu kelompok yg terdiri dari para tokoh masyarakat di kecamatan Palas yg peduli dan mau menjadi perpanjangan tangan dari puskesmas dalam memantau segala bentuk permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat. Anggota kelompok ini dipilih perwakilan dari masing-masing desa sebanyak 1 orang ditambah dengan para pengurus yang terdiri dari para tokoh masyarakat.

Acara Restrukturisasi dan Refreshing Kader K3 ini dihadiri oleh Camat Palas Drs. Johansyah, Kabid Yankes Dinas Kesehatan Lampung Selatan Dr. Jimmy Hutapea,MARS. Kepala Puskesmas Palas Dr. Hj.Yulita Tricia, MKM beserta seluruh jajaran petugas kesehatan di wilayah Kecamatan Palas. Pada acara ini juga diperkenalkan dokter baru yang bertugas di Puskesmas Palas yaitu Dr. Djohardi. Para peserta yang hadir adalah anggota K3 dari tiap desa di wilayah kecamatan Palas, termasuk desa-desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bumi Daya.

Acara dibuka oleh Camat Palas dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Puskesmas Palas yang sekaligus memberikan arahan mengenai kegiatan K3 di lingkungan kerja Puskesmas Palas. Diasampaikan oleh beliau diharapkan dengan dilaksanakannya kegiatan restrukturisasi dan refreshing kader ini Konsil Kesehatan Kecamatan Palas dapat lebih eksis dan lebih meningkat perannya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Para anggota K3 diharapkan dapat lebih ’aware’ atau perhatian terhadap semua permasalahan kesehatan yang terdapat di lingkungan desanya masing-masing. Sehingga Puskesmas Palas dapat lebih tepat dalam mengatasi masalah kesehatan di masyarakat, terutama yang agak jauh dan kurang terjangkau oleh petugas kesehatan.

Dr. Jimmy Hutapea,MARS, yang pada saat itu bertindak sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan materi yang lengkap dan terperinci mengenai Konsil Kesehatan Kecamatan. Disampaikan juga bahwa Puskesmas Palas adalah salah satu puskesmas yang dibina untuk melaksanakan kegiatan K3 ini. Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut terus dan dapat lebih berperan dalam pemecahan masalah-masalah kesehatan yang terdapat di kecamatan Palas.

Selanjutnya Ketua K3 yang lama melaporkan pertanggungjawaban kegiatan untuk tahun 2008. Disampaikan bahwa kegiatan tahun lalu yang berupa pendataan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh para anggota K3 sudah dilaksanakan dan hasilnya diserahkan ke Puskesmas sebagai laporan. Setelah itu dilakukan pemilihan pengurus dan penggantian pengurus yang wafat. Setelah dicapai kesepakatan maka keputusan yang didapat akan ditetapkan dengan SK Camat Palas yang ditandatangani sebagai pengurus baru untuk tahun 2009.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Semua pertanyaan yang diajukan diupayakan untuk mendapatkan jawaban dan upaya pemecahan yang akurat. Setelah selesai acara ditutup dengan makan siang bersama dan pembagian transport bagi peserta oleh panitya.

Kegiatan ini diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan dan mempunyai manfaat bagi pelaksanaan kegiatan Konsil Kesehatan Kecamatan Palas pada tahun 2009. Semoga Yang Maha Kuasa merestui, amin. Bravo Puskesmas Palas..!!

April 16, 2009 Posted by | Kegiatan Puskesmas | , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Puskesmas palas Peduli Remaja

PELAKSANAAN SOSIALISASI KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA

DI PUSKESMAS PALAS

SELASA, 7 APRIL 2009

Pada hari selasa tanggal 7 April 2009 yang lalu, dengan bertempat di gedung Aula Kecamatan Palas, Puskesmas Palas melaksanakan kegiatan sosialisasi Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Kegiatan ini dihadiri oleh Uspika dan seluruh elemen kesehatan remaja yang ada di wilayah keacamatan Palas, seperti semua guru BP SLTP dan SLTA, siswa Ketua Osis, Kepala Sekolah, Anggota Karang Taruna, Anggota Konsil Kesehatan Kecamatan, LSM dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ini merupakan langkah pertama dari upaya kepala Puskesmas Palas dr. Yulita Tricia, MKM beserta stafnya dalam melaksanakan kegiatan PKPR di lingkungan wilayah kerja Puskesmas Palas. Tujuannya adalah agar masyarakat terutama para remaja tahu dan bisa mengakses Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang mulai dilaksanakan oleh Puskesmas Palas sejak awal tahun 2009 ini.

Acara dibuka oleh Bpk. Camat kecamatan Palas Drs. Johansyah yang sekaligus memberikan pengarahan secara umum mengenai PKPR. Kemudian dilanjutkan oleh Kepala Puskesmas Palas, Dr. Yulita Tricia, MKM yang menjelaskan mengenai PKPR dan tujuan dilaksanakannya PKPR di Puskesmas Palas. Dikatakannya bahwa PKPR dianggap penting untuk dilaksanakan karena melihat dari jumlah remaja yang mengalami beberapa kasus yang membahayakan kesehatan, baik secara fisik, mental maupun sosial. Contohnya adalah banyaknya remaja yang merokok, melakukan hubungan sexual, berkelahi, tawuran, menggunakan Nafza, terkena penyakit HIV dan sebagainnya. Untuk itu Puskesmas Palas menganggap perlu membuka poliklinik khusus yang menangani remaja dan semua permasalahannya. Pelayanan ini meliputi pelayanan kesehatan dasar secara umum, pelayanan konseling atau konsultasi, penyuluhan ke sekolah- sekolah serta pelayanan untuk kesehatan reproduksi remaja.

Acara dilanjutkan dengan mendengarkan kajian permasalahan remaja yang terdapat di kecamatan Palas. Data ini didapat dengan melakukan penelitian skala kecil dengan sasaran siswa-siswa SLTP dan SLTA dan remaja yang tergabung di Karang Taruna desa yang diambil secara acak berjumlah 48 orang. Kajian ini dipaparkan oleh bidan Hj. Sri Lestari yang merupakan koordinataor PKPR di Puskesmas Palas. Hasilnya antara lain adalah 40 % dari siswa SLTA sudah merokok sejak usia 15 tahun, sedangkan di kalangan remaja karang taruna malah mulai mengenal rokok sejak usia 12 tahun. Sebagian besar remaja yaitu sebanyak 62% masih belum mengerti tentang bahaya hubungan sexual pada usia dini. Masih ada yang beranggapan bahwa hubungan sexual yang dilakukan hanya 1 kali tidak akan menyebabkan kehamilan. Secara umum dari hasil kajian didapati bahwa remaja di Kecamatan Palas belum mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai gaya hidup sehat dan pergaulan yang sehat sehingga dikhawatirkan akan dapat terjerumus dalam kehidupan yang salah.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Dr. Jimmy Hutapea, MARS yang juga hadir pada acara itu memberikan materi tentang PKPR secara jelas dan terperinci. Termasuk tujuan, sasaran dan target yang diharapkan dicapai dengan disosialisasikannya kegiatan ini. Disampaikan juga oleh beliau bahwa Puskesmas Palas merupakan satu-satunya puskesmas di Lampung Selatan yang mulai melaksanakan PKPR. Untuk itu puskesmas Palas akan dijadikan percontohan untuk seluruh puskesmas di Lampung Selatan.

Tanya jawab dilaksanakan setelahnya yang dilakukan oleh para peserta kepada para narasumber. Sebagai alat untuk memudahkan akses oleh remaja ke pelayanan PKPR, puskesmas Palas membuka HOTLINE PKPR : 0727-7012141. Remaja dapat melakukan konsultasi lewat telepon bila malu untuk berhadapan langsung dengan petugas kesehatan. Selain itu juga dibuka akses melalui Yahoo Messenger dengan alamat puskesmaspalas@dinkes-lamsel.co.cc. Sedangkan seluruh informasi mengenai puskesmas palas dapat dilihat di blog yang memuat tentang puskesmas Palas yaitu www.puskesmaspalas.wordpress.com. Diharapkan dengan lengkapnya informasi yang sudah disediakan akan lebih memudahkan remaja dalam mengakses pelayanan PKPR .

Setelah semua pertanyaan terjawab dan para peserta tampak puas, maka acara ditutup dengan do’a dan makan siang bersama. Sebelum pulang para peserta juga diberikan transport yang dibagikan oleh panitya. Dengan demikian diharapkan Puskesmas Palas dapat terus menindaklanjuti kegiatan ini tidak hanya berhenti di tingkat sosialisasi saja. Semoga Puskesmas Palas dapat lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dalam masa-masa yang akan datang. Amiin.

April 16, 2009 Posted by | Kegiatan Puskesmas, Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Ibu Untuk Membawa Anak Balitanya ke Posyandu di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2008

255555611_8b811a7ec7

Yulita Tricia¹ , Zulazmi Mamdy²

ABSTRAK

Posyandu merupakan salahsatu bentuk partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Salah satu fungsi posyandu adalah untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan perkembangan balita lewat kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di posyandu. Kehadiran ibu di posyandu dengan membawa anak balitanya sangat mendukung tercapainya salah satu tujuan posyandu yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta memantau tumbuh kembang balita dalam upaya mencegah terjadinya kasus gizi kurang atau gizi buruk.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan ibu untuk membawa anak balitany ke posyandu. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain penelitian non-experimental dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di semua posyandu di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Sampel penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak balita yang berusia diatas 1 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 variabel yang dimasukkan sebagai variabel kandidat yaitu 5 faktor yang dimasukkan karena bermakna (p value <0,05), 2 faktor karena mempunyai nilai p<0,25, dan 1 faktor (umur anak balita) karena secara substantif dianggap berpengaruh pada tindakan ibu untuk membawa anak balitanya ke posyandu mendapatkan hasil bahwa pengetahuan ibu tentang posyandu dan adanya dorongan dari tokoh masyarakat adalah faktor yang mempunyai hubungan bermakna. Sedangkan faktor umur anak balita, pengetahuan ibu tentang KMS dan jadwal pelaksanaan posyandu sebagai variabel konfounding.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang paling dominan adalah pengetahuan ibu tentang posyandu dengan OR sebesar 2,689 yang artinya responden yang memiliki pengetahuan tentang posyandu yang baik akan selalu datang ke posyandu dalam 3 bulan terakhir sebesar 3 kali lebih tinggi dibandingkan ibu yang memiliki pengetahuan tentang posyandu yang kurang, setelah dikontrol variabel dorongan dari tokoh masyarakat, umur anak balita, pengetahuan ibu tentang KMS dan jadwal pelaksanaan posyandu.

Untuk itu disarankan untuk lebih menggalakkan kegiatan promosi kesehatan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mengaktifkan tokoh masyarakat agar dapat mendorong ibu untuk membawa anak balitanya ke posyandu.

Kata Kunci : Balita, Posyandu, Partisipasi Masyarakat, Cross Sectional

Maret 2, 2009 Posted by | Kegiatan Puskesmas | , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.